Saturday, August 15, 2009

Baterai Laptop/Notebook - Biar Awet

Bagi pembaca yang mempunyai laptop, berikut ada tips yang saya temukan pas lagi BW untuk merawat baterai agar awet. Berhubung lagi malas menmbahkan ide dan memang lagi ndak ada ide yang bisa ditambahkan, ya saya cuma Copy-Paste murni, dan semua kredit diberikan pada beliau. Tapi, secara pribadi saya mengakui apa yang ditulis beliau benar adanya.

Perawatan baterai diperlukan untuk memperpanjang usia baterai notebook. Berikut ini adalah beberapa petunjuk yang dapat mambantu Anda merawat baterai:

  1. Baterai baru perlu diisi (charge) sampai penuh sebelum digunakan di notebook. Diperlukan beberapa siklus isi / kosongkan (charge / discharge) untuk mendapatkan kapasitas optimum. Penggunaan charger yang tidak sesuai dengan yang disarankan dapat merusak baterai atau notebook. Suhu yang tinggi dapat mengurangi usia baterai. Suhu yang sesuai antara 5oC sampai 40oC.
  2. Pengisian / Pengosongan baterai yang berlebihan dapat mengurangi usia baterai. Gunakan baterai sampai tanda ‘low battery alarm’ berbunyi (menandakan baterai perlu diisi ulang). Segera isi baterai sampai penuh. Ketika LED baterai hijau menyala berarti baterai sudah terisi penuh. Jangan mengisi baterai terus-menerus sampai lebih dari 12 jam.
  3. Kapasitas baterai akan berkurang secara otomatis saat disimpan / tidak digunakan. Isilah baterai yang tidak digunakan satu kali setiap bulan untuk mencegah kerusakan permanen.
  4. Saat notebook tidak digunakan (stand by / off), jangan biarkan notebook tersambung ke sumber listrik setelah baterai terisi penuh. Hal ini dapat merusak / memperpendek usia baterai karena baterai akan diisi terus menerus. Notebook boleh disambungkan ke sumber listrik bila sedang digunakan. Pengisian baterai perlu waktu 2 kali lebih lama dibandingkan dengan waktu pengosongan, jadi kondisi ini tidak akan menyebabkan baterai diisi terus menerus.
  5. Umumnya baterai akan mengalami ‘Memory Effect’ setelah digunakan beberapa siklus charge / discharge. Memory effect adalah kondisi dimana kapasitas baterai dan kemampuan baterai untuk menyimpan daya berkurang. Memory effect dapat diatasi dengan ‘Battery Recycling’. Lakukan battery recycling paling sedikit satu kali setiap bulan atau saat anda merasa kapasitas dan kemampuan baterai menyimpan daya berkurang.
  6. Battery recycling:
    Non-aktifkan ‘Power Management’ di BIOS / Windows dan ‘Battery Low Suspend’. Kedua fungsi ini dimatikan supaya notebook menggunakan baterai sampai kosong. Bila kedua fungsi ini diaktifkan, notebook akan ‘shut down’ atau ‘suspend’ sebelum baterai benar-benar kosong.
    Biarkan notebook dalam keadaan nyala (dan tidak tersambung ke sumber listrik) sampai notebook mati sendiri karena kehabisan daya / baterai.
    Dinginkan baterai.
    Isi baterai sampai penuh dengan menyambungkan notebook ke sumber listrik. Kondisi baterai penuh ditandai dengan menyalanya LED hijau baterai.
    Lepas sumber listrik dan sambungkan kembali untuk memastikan baterai benar-benar terisi penuh.
Semoga Membantu
Sumber : dikutip dari cybermq.com
--I. B. Santoso--

Saturday, August 8, 2009

Flashdisk - Biar Awet

Semenjak mengenal yang namanya flash disk untuk pertama kali di tahun 2004 sampai sekarang, sudah sekitar 6-7 buah flash disk yang pernah saya miliki. Kebetulan, alhamdulillah, tidak ada satupun rusak secara alangsung di tangan saya sendiri. Tetapi, saat ini saya sudah mengoleksi beberapa bangkai flash disk dari orang-orang di sekitar aku. Nah, untuk itu, mari kita sama-sama memperhatikan beberapa tips n trik di bawah ini yang saya CoPas dari sumber lain dan sudah dicampur dengan sedikit pendapat pribadi saya :)
1. Pilihlah flash disk dengan reputasi baik dan sreg di hati.
  • Hal ini tidak mutlak. Karena merk terkenal sekalipun yang selalu saya gadang-gadang pun ada bangkainya juga. Akan tetapi, dengan mempunyai perasaan sreg terhadap flash disk, diharapkan kita mau berhati-hati dalam memakainya :) Ya ibarat memilih pasangan hidup.
2. Hindarkan dari suhu panas langsung maupun tidak langsung.
  • Musuh barang-barang elektronik adalah panas. Jangan pernah meninggalkan Flashdisk-mu di atas dashboard mobil atau di bagasi motor. Kenapa? Karena Flashdisk itu terdiri dari komponen-komponen yang bakal memuai kalau terkena panas.
3. Hidarkan dari air dan kelembapan.
  • Air bisa membuat Flashdisk kesayanganmu konslet. (namanya juga barang elektronik). Lalu, apabila ada kejadian flash disk kita nakal mau mandi (karena yang punya jarang mandi J ) usahakan buka casing (kalo berani) agar airnya mengering. Pengalaman saya terhadap flash disk belum pernah. Akan tetapi, pernah ada laptop yang saya tangani tidak hidup karena terkena air botol mineral. Saya diamkan saja di sudut kantor yang ber-AC, beberapa hari kemudian saya coba si Laptop mau menyala seperti sedia kala.
4. Jauhkan dari medan magnet.
  • Flashdisk itu terdiri atas chips atau logam kecil-kecil yang gampang banget terpengaruh dengan sumber medan magnet. Nah, makanya jangan taruh Flashdisk-mu di dekat TV, radio, dan bahkan handphone yang menghasilkan gelombang radio dan magnet. (yang ini murni tulisan orang J)
5. Hindari benturan yang keras.
  • Memang sih ada beberapa produsen yang mengklaim Flashdisk produknya anti shock (benturan), tapi kan lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari bukan?
6. Jangan langsung mencabut Flashdisk ketika selesai digunakan.
  • Lakukan metode eject atau stop untuk mematikannya terlebih dulu sebelum dicabut. Tunggu sampai semua operasi selesai dijalankan (safe remove). Apabila ada peringatan tidak bisa di-safely remove coba tutup semua aplikasi yang mengakses file dari flash disk. Apabila masalah ini sering muncul, coba install unlocker, 90% akurat.
7. Selalu tutup Flashdisk-mu bila sedang tidak digunakan.
  • Debu dan kotoran bisa mengakibatkan proses baca tulis gagal.
8. Jangan mengedit langsung di Flashdisk-mu!
  • Hal ini bisa memperpendek umur Flashdisk-mu. Usahakan copy data ke PC dulu. Baru kemudian lakukan pengeditan di PC. Setelah selesai, baru copy data ke Flashdisk. Saya pribadi tidak menyarankan saran ini, karena saya orangnya pelupa, jadi mending pake yang praktis-praktis saja, ‘1 file only’ (kecuali back up). Tetapi, survei membuktikan barang yang sering dipakai, pasti rusak suatu ketika (ya flash disk, ya hard disk, ya motor, ya kita juga J).
9. Lakukan defragment pada Flashdisk-mu secara berkala.
  • Kenapa? Supaya data di dalam Flashdisk-mu terstruktur. Dengan begitu kinerja Flashdisk-mu bisa lebih optimal. Saya juga tidak menyarankan hal ini secara langsung saran ini J karena defrag lebih ditujukan kepada hard disk yang mempunyai piringan berputar. Sedangkan flash disk lebih seperti kamar-kamar elektronik, jadi beda tidak perlu berpindah-pindah permukaan piringan seperti hard disk. Tetapi tak ada salahnya untuk dicoba, ya kan? J
10. Jangan format flash disk kamu, dengan format bawaan windows.
  • Agak trauma dengan flash disk saya (yang tipis banget) yang tiba-tiba jadi lemot setelah saya lakukan format dari windows. Lebih disarankan menggunakan untuk tidak memformat-nya!! Cukup delete saja (tentunya dengan show hidden file). Atau cari tools format dari pabrikan. Tapi saya ingatkan, ini adalah sugesti saya, dan lebih karena trauma. Untuk lebih jelasnya, silakan mereferensi mbah Google.
11. Juga yang paling penting, selalu scan Flashdisk-mu setelah digunakan di PC lain agar aman dari serangan virus.
  • Cara paling mudah tapi tidak 100% menjamin bebas virus adalah dengan membuat folder autorun.inf di flash disk. Kenapa? Karena masih banyak virus, terutama virus lokal yang masih menggunakan fitur autorun (ketika flash disk dicolok, akan ada running box - itu lho yang ada di kiri atas window kayak nginstall) yang akan mendeteksi aplikasi apa yang cocok untuk dijalankan pada flash disk. Untuk lebih jelasnya, kita tanya mbah Google J.
Sumber : Dikutip dari Sumber asli dan ditambah beberapa uneg-uneg saya.
--I. B. Santoso--

Sunday, August 2, 2009

Biar Awet, Cukup Cuci dengan Tangan

Dikutip dari Evergreen, Jawa Pos
----
Ada celana jins milik Prien Herlini yang umurnya sudah belasan sampai puluhan tahun. Namun, celana-celana tersebut tetap awet dan terlihat baru. Warna pada celana pun tidak memudar, meskipun untuk celana yang berwarna hitam. "Ada tip khusus untuk memperlakukan jins seperti ini," katanya.

Berkat tip tersebut, dia mengaku bisa menjadikan celana jins miliknya tidak rusak. Meski sederhana, cara yang selama ini ditempuhnya tersebut mampu membuat koleksi kesayangannya tetap terpelihara. "Cukup dicuci dengan tangan," ujarnya.

Mencuci celana jins dengan tangan, menurut perempuan yang biasa dipanggil Lin itu, bisa membuat bahan celana terjaga dan mampu bertahan lama. Selain itu, proses penyikatan bagian yang kotor harus diperhatikan. Tidak semua bagian perlu disikat. Sebab, hal tersebut akan menjadikan celana makin menipis. "Cukup disikat bagian ujungnya. Kalau ada bagian lain yang kotor, kucek dengan tangan," ucapnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah proses penjemuran celana. Ketika dijemur, celana harus dalam keadaan terbalik. Artinya, bagian dalam di luar dan bagian luar di dalam. Tujuannya, supaya warna celana tetap terjaga, tidak pudar. Terutama, celana hitam.

"Kalau perlu, menjemurnya tidak terkena sengatan sinar matahari langsung. Tapi, pastikan celana benar-benar kering. Sebab, jika tidak kering dan lembap, itu malah membuat celana rusak dan berbau tidak enak," sambungnya.

Sumber : evergreen
----

Mari saling berbagi pengalaman :D

--I. B. Santoso--